Bupati Lampura Presentasikan Cangget Bakha di Pentas Nasional

Bupati Lampura Presentasikan Cangget Bakha di Pentas Nasional
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis

BACAGEH, Kotabumi--Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan daerah kembali mendapat pengakuan nasional. Budaya Cangget Bakha resmi masuk 10 besar Anugerah Kebudayaan Nasional PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN)  tahun 2026.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Lampura Hamartoni Ahadis dijadwalkan mengikuti presentasi kebudayaan di Jakarta pada 8–9 Januari 2026, sebagai salah satu tahapan penilaian sebelum penentuan penerima anugerah.

Kepala Dinas Kominfo Lampura Gunaido Uthama menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas perangkat daerah dalam mendorong pemajuan kebudayaan lokal.

“Alhamdulillah, Cangget Bakha yang diusulkan melalui Dinas Kebudayaan berhasil menembus sepuluh besar nasional. Tahapan berikutnya adalah presentasi langsung oleh bupati sesuai jadwal panitia PWI Pusat,” kata Gunaido, Senin (5-1-2026).

Dia menambahkan, saat ini materi presentasi  tengah dimatangkan oleh Dinas Kebudayaan, Dinas Kominfo, DKLU, serta PWI Lampura, dengan menitikberatkan pada program pelestarian dan pengembangan budaya daerah yang telah dan sedang berjalan.

“Insyaallah pak bupati siap mengikuti tahapan presentasi. Kami berharap Cangget Bakha dapat mengharumkan nama Lampung Utara di tingkat nasional,” ungkapnya. 

Diketahui, hanya 10 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang lolos ke tahap presentasi, mulai dari wilayah Sumatera hingga Papua. Tahapan tersebut menjadi penentu, sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 yang akan digelar di Banten pada 9 Februari 2026.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono menjelaskan, seleksi dilakukan secara ketat dengan menilai berbagai dokumen pendukung. Mulai dari proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), regulasi daerah, hingga pemberitaan media.

“Presentasi langsung diperlukan untuk melihat sejauh mana kepala daerah memahami dan mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di daerahnya,” ujarnya.

Keikutsertaan Lampung Utara dalam ajang bergengsi itu diharapkan semakin memperkuat posisi Cangget Bakha sebagai identitas budaya daerah, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan. (**)

Laporan: Yansen

Editor: Nizar

Berikan Komentar