Bawaslu Lampung Petakan Pola Pelanggaran Pemilu

Bawaslu Lampung Petakan Pola Pelanggaran Pemilu

BACAGEH, Bandarlampung--Badan Penagawas Pemili (Bawaslu) Provinsi Lampung didorong menjadikan pengalaman pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilu sebagai dasar menyusun strategi menghadapi tahapan demokrasi mendatang. Evaluasi atas persoalan masa lalu dinilai penting untuk memetakan pola pelanggaran yang berulang sekaligus memperkuat mitigasi dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung Achmad Sutiono mengatakan, pengalaman pengawas pemilu di daerah tidak boleh berhenti sebagai catatan, tetapi harus diolah menjadi bahan evaluasi dan referensi kebijakan pengawasan.Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Knowledge Sharing yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (16-10-2026).

Menurut Achmad, forum berbagi pengetahuan tersebut bukan sekadar agenda penyampaian materi, melainkan ruang pembelajaran kolektif untuk menggali pengalaman lapangan, mengidentifikasi kendala, dan merumuskan langkah antisipasi menghadapi pemilu berikutnya.

“Segala kendala yang dihadapi pada waktu-waktu sebelumnya dapat kita antisipasi dengan melihat data-data empiris pada kondisi sekarang. Nantinya, hal tersebut menjadi referensi dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pemilu pada masa yang akan datang,” kata Achmad.

Dia menegaskan, hasil diskusi perlu ditindaklanjuti melalui kajian komprehensif dengan membandingkan pengalaman penanganan pelanggaran masa lalu, kondisi terkini, dan potensi tantangan kelembagaan ke depan.

Pemetaan tersebut diharapkan dapat mengungkap pola persoalan yang berulang sehingga pengawas pemilu memiliki dasar empiris untuk mengantisipasi potensi pelanggaran sejak dini.

Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kegiatan ini diharapkan membangun budaya evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan Bawaslu Lampung. Dengan demikian, pengalaman pengawasan tidak sekadar menjadi arsip kelembagaan, tetapi menjadi modal untuk memperbaiki strategi pengawasan dan menjaga kualitas pemilu mendatang. (**)

Berikan Komentar