BACAGEH, Jakarta--PT Perkebunan Nusantara I (Persero) tancap gas memperkuat branding produk hilir untuk merebut pasar ritel nasional. Momentum itu memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberi ruang lebih luas bagi BUMN menjangkau konsumen akhir.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, perusahaan memiliki modal kuat berupa merek-merek legendaris seperti: Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, dan Cerutu Deli Nusantara, yang pernah berjaya hingga pasar Eropa.
Menurutnya, tren konsumen yang kini mengutamakan kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan menjadi peluang mengembalikan kejayaan produk-produk PTPN I. Karena itu, penguatan merek menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi.
"Hilirisasi tidak berhenti di pabrik. Produk harus sampai ke tangan konsumen, dibeli kembali, dan menjadi pilihan utama. Di situlah nilai tambah tercipta," ujarnya, Kamis (6-8-2026).
Untuk mempercepat penetrasi pasar, PTPN I akan menjadikan seluruh fasilitas perusahaan sebagai etalase produk. Kantor, ruang rapat, mess, guest house hingga destinasi wisata diwajibkan menggunakan produk unggulan perusahaan. Seluruh karyawan juga didorong menjadi pelanggan, sekaligus duta merek.
Perseroan juga menyiapkan gerai dan café berbasis produk hilir di sejumlah aset strategis di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Konsep itu memadukan promosi, pengalaman pelanggan, dan aktivitas bisnis dalam satu ekosistem.
Abdul Rivai Ras menegaskan, setiap aset perusahaan harus menjadi mesin pertumbuhan yang memperkuat merek, menggerakkan hilirisasi, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru. Dengan strategi itu, PTPN I membidik produk-produknya kembali menjadi pemain utama di pasar nasional hingga internasional. (**)
Berikan Komentar