Bupati dan Dandim Gerak Cepat, Konflik di Wayrarem Tuntas Lewat Mediasi

Bupati dan Dandim Gerak Cepat, Konflik di Wayrarem Tuntas Lewat Mediasi
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bersama Dandim 0412 Letkol Roni Faturohman memediasi perdamaian antar warga dan TNI untuk mencegah konflik di kawasan Bendungan Wayrarem

BACAGEH, Abungpekurun--Konflik antara sejumlah anggota TNI dan pemuda Desa Pekurun, Kecamatan Abungpekurun, Kabupaten Lampung Utara, yang sempat viral di media sosial, berhasil diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Pemkab Lampung Utara bersama Kodim 0412, bergerak cepat memediasi perdamaian, meredam konflik tersebut.

Insiden yang terjadi di kawasan Bendungan Wayrarem, Kamis (4-6-2026) itu sempat menyita perhatian publik setelah video aksi saling pukul dan kejar-kejaran beredar luas di berbagai platform digital.

Akibat kejadian tersebut, delapan remaja warga Desa Pekurun mengalami luka ringan di bagian kepala dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ryacudu, Kotabumi.

Merespons situasi yang berpotensi meluas, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bersama Dandim 0412 Letkol Roni Faturohman langsung memfasilitasi mediasi pada Kamis malam. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Korem 043/Gatam, aparat desa, tokoh masyarakat, keluarga korban, serta perwakilan kedua belah pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat seorang pemuda yang melintas di lokasi menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot cukup keras mendapat teguran dari personel TNI yang sedang berada di kawasan bendungan. Teguran tersebut diduga memicu kesalahpahaman hingga berujung perselisihan fisik.

Saat kejadian, sejumlah personel TNI diketahui sedang melakukan persiapan penguatan satuan Brigade Infanteri, sekaligus kegiatan pembersihan eceng gondok di area Bendungan Wayrarem.

Dalam mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Kesepakatan juga mencakup pengawalan proses pengobatan para korban serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah adat dan kekeluargaan.

Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa menjaga kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Tokoh masyarakat Desa Pekurun, Hi Hanafi gelar Tuan Suttan Rajo Pengeran berharap, peristiwa serupa tidak terulang. Menurutnya, setiap persoalan yang melibatkan masyarakat dan aparat harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik serta pendekatan persuasif.

Pasca mediasi, situasi di Desa Pekurun kembali kondusif. Kesepakatan damai yang tercapai menjadi bukti, dialog dan musyawarah tetap menjadi jalan terbaik dalam menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat di Lampung Utara. (**)

Laporan: Yansen

Editor: Nizar

Berikan Komentar