BACAGEH, Kotabumi--Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lampung Utara Anggi Prasetyo memastikan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diperketat. Pernyataan tegas itu disampaikan, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi standar gizi peserta didik.
Korwil BGN Lampura Anggi Prasetyo menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap siklus menu di seluruh SPPG di wilayahnya.
“Jika ditemukan ketidaksesuaian, langsung kami koreksi. Setiap ada komplain dari penerima manfaat, kami segera menegur ahli gizi dan Kepala SPPG untuk mengevaluasi siklus menu yang dibuat,” kata Anggi, Kamis (26-2-2026).
Terkait keluhan dari SDS Soekarno-Hatta, Anggi menyebut pihaknya telah menegur dan melayangkan surat kepada SPPG Tanjungharapan.
“Sudah kami laporkan ke pimpinan pusat BGN. Kami minta segera dilakukan evaluasi dan perbaikan siklus menu oleh ahli gizi dan Kepala SPPG yang bersangkutan. Yayasan mitra BGN juga kami dorong ikut aktif melakukan pengawasan,” terangnya.
Terkait sanksi, dia menyebut kewenangan Korwil hanya sebatas memberikan teguran tertulis. Apabila pelanggaran terus berulang, pihaknya akan melaporkan ke BGN pusat.
“Kami hanya bisa memberikan teguran dan surat peringatan. Jika masih membandel, akan dilaporkan ke pusat untuk diberikan sanksi lebih tegas, mulai dari SP1 hingga SP3, bahkan pemutusan kontrak. Itu kewenangan pimpinan di pusat,” jelasnya.
Dia menambahkan, monitoring dan inspeksi mendadak akan dilakukan lebih intensif dengan melibatkan Satgas MBG Kabupaten.
Terpisah, Ketua Satgas MBG Kabupaten Lampura Mat mengatakan, satgas di tingkat kabupaten hanya berperan sebagai fasilitator antara pemerintah daerah dan BGN.
“Penetapan standar dan pengawasan teknis berada langsung di bawah koordinasi BGN melalui tenaga profesional yang ditempatkan di setiap dapur layanan,” kata Mat Sholeh saat dihubungi, Jumat (27-2-26).
Dia menambahkan, bersama BGN pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh SPPG di Lampura agar memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar nilai gizi dan kualitas yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara optimal, termasuk selama bulan Ramadan,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang diperketat dan koordinasi yang diperkuat, pihaknya berharap polemik terkait kualitas menu MBG segera terselesaikan dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (**)
Laporan: Yansen
Editor: Nizar
Berikan Komentar