BACAGEH, Sukadana--Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menggelar Festival Literasi. Kegiatan yang berlansung tiga hari ,3-5 November 2026 itu diikuti 600 peserta.
Festival yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lamtim itu melibatkan pustakawan, guru, pelajar, pegiat literasi, serta pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Sekretaris Daerah Lamtim Rustam Effendi, mewakili Bupati Ela Siti Nuryamah, membuka kegiatan tersebut, Selasa (3-11-2026). Dalam sambutan tertulis, Bupati Lamtim menyampaikan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan akses informasi, termasuk literasi digital.
“Budaya membaca harus dibangun sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga tempat kerja. Kebiasaan membaca harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan atau perlombaan tertentu,” demikian pesan bupati.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lamtim Ahmad Badrullah mengatakan, festival tersebut bertujuan meningkatkan kegemaran membaca, memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas, serta mengasah kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengelola informasi.
Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada hari pertama, kegiatan festival tersebut dengan pentas seni. Hari kedua dilanjutkan dengan lokakarya mendongeng bagi guru PAUD, TK, serta guru SD kelas I dan II. Sedangkan hari ketiga melibatkan pustakawan, pegiat literasi, pengelola TBM, guru, dan siswa SMA sederajat.
Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Literasi Lamtim Huzaimah Azwar Hadi menegaskan, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga harus mampu memilah informasi, mengenali berita yang benar, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif dan produktif.
Dia meminta Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa aktif menggerakkan budaya membaca di lingkungan masing-masing. “Literasi harus dimulai dari keluarga, kemudian berkembang ke sekolah dan masyarakat. Ini penting untuk mencerdaskan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Huzaimah Azwar Hadi .
Huzaimah juga mendorong perpustakaan di Lamtim bertransformasi menjadi pusat kegiatan edukatif dan kreatif yang nyaman serta mudah diakses masyarakat. Selain menyediakan bahan bacaan, perpustakaan perlu menghadirkan ruang diskusi, kegiatan edukasi, dan akses informasi digital. (**)
Berikan Komentar