BACAGEH, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan perombakan besar-besaran terhadap Pejabat Eselon III dan IV.
Perombakan itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/3041/VI.04/2026 tertanggal 3 September 2026.
Dalam surat tersebut, terdapat 111 pejabat yang dirombak. Terdiri dari 58 pejabat eselon III dan 53 pejabat eselon IV.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Balai Keratun yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kamis (3-9-2026).
Marindo meminta pejabat yang baru dilantik untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Setiap kebijakan, program hingga anggaran yang dikelola harus memberikan dampak nyata dan bisa dirasakan masyarakat.
Dia menekankan pentingnya kecepatan pemerintah dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Fokuskan energi dan pikiran saudara agar setiap kebijakan dan program serta anggaran yang saudara kelola benar-benar dirasakan dampak dan manfaatnya oleh masyarakat luas,” kata Marindo.
Dia mengingatkan, jangan sampai masyarakat justru mengeluhkan lambannya pemerintah dalam menangani isu-isu krusial di lingkungan mereka.
Menurut dia, mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Pemprov Lampung merupakan bagian dari upaya meningkatkan sekaligus mempercepat kinerja organisasi. Proses tersebut, kata dia, harus berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan evaluasi yang terukur.
“Jabatan merupakan amanah, bukan suatu kekayaan yang diberikan kepada saudara sekalian,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pejabat memastikan kehadiran pemerintah benar-benar membawa solusi, bukan menambah persoalan baru. "Jangan pernah ragu untuk melangkah dan jangan pernah lelah untuk berinovasi,” ujarnya.
Dia menyadari tugas yang menanti para pejabat tersebut tidak ringan. Berbagai dinamika, rintangan hingga kelelahan dalam menjalankan tugas disebut menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.
Meski demikian, dia mengingatkan, pelantikan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap para pejabat yang dinilai mampu memikul tanggung jawab besar dalam pemerintahan.
Dia meminta para pejabat menjadikan setiap pemikiran, tenaga dan dedikasi yang diberikan sebagai bagian dari pengabdian untuk daerah.
“Buktikan bahwa saudara-saudara adalah motor penggerak pembangunan kebanggaan masyarakat Lampung,” tutupnya. (**)
Berikan Komentar