BACAGEH, Kansas City--Aroma Perang Malvinas kembali menyelimuti Piala Dunia 2026. Argentina memastikan tiket semifinal usai menundukkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium, Minggu (12-7-2026) pagi WIB. Berikutnya, La Albiceleste—julukan Timnas Argentina, akan menghadapi rival lamanya, Inggris, dalam duel sarat sejarah.
Laga semifinal nanti bukan sekadar perebutan tiket final. Pertemuan Argentina dan Inggris selalu membangkitkan memori konflik Kepulauan Malvinas (Falklands) pada 1982, rivalitas yang kemudian berulang di panggung sepak bola, termasuk lewat gol "Hand of God" Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
Sebelum memastikan langkah ke semifinal, Argentina harus bekerja keras menyingkirkan Swiss di babak perempat final. Tim asuhan Lionel Scaloni unggul lebih dulu pada menit ke-10 melalui sundulan Alexis Mac Allister memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi.
Swiss membalas pada menit ke-67 lewat Dan Ndoye. Situasi berubah ketika Breel Embolo menerima kartu kuning kedua lima menit berselang sehingga Swiss bermain dengan 10 orang.
Meski unggul jumlah pemain, Argentina baru memecahkan kebuntuan pada menit ke-112. Julian Alvarez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Gregor Kobel.
Saat Swiss habis-habisan mengejar gol penyeimbang, justru Lautaro Martinez yang memastikan kemenangan Argentina lewat gol ketiga pada penghujung laga.
Kemenangan 3-1 membawa Argentina hanya berjarak dua kemenangan dari upaya mempertahankan gelar juara dunia. Jika berhasil, La Albiceleste akan menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun.
Kini perhatian tertuju ke semifinal. Di atas lapangan, Argentina dan Inggris akan memperebutkan tiket final. Di luar lapangan, duel itu kembali menghadirkan rivalitas klasik yang selalu dikaitkan dengan sejarah Malvinas. (red)
Berikan Komentar