BACAGEH, Bandarlampung--Majelis Maulid Arbain tak sekadar menggelar pengajian selama 40 hari. Tahun ini, gerakan diarahkan untuk mendekatkan umat kepada Rasulullah, sekaligus menyelamatkan generasi muda dari narkoba.
Kegiatan diawali pengajian di Villa Shofia, Bandarlampung, Kamis (13-8-2026). Ketua Umum Majelis Maulid Arbain, Muhammad Syauqi Al Muhdhar mengajak jamaah menjadikan Arbain sebagai jalan meraih Sa’adatud Darain, kebahagiaan dunia dan akhirat.
Menurut Syauqi, mimbar pengajian merupakan mimbar Nabi. Karena itu, jemaah harus menautkan hati, jiwa, dan amal kepada Rasulullah.
“Menjadikan Nabi sebagai kiblat bagi hati kita, agar tertaut dengan standar moral dan amal yang tertinggi,” ujarnya.
Dia mengajak jemaah memanfaatkan 40 hari Arbain untuk memperkuat ilmu, ibadah, dzikir, dan shalawat.
“Jadikan empat puluh hari ini sebagai wasilah menimba ilmu, recharge semangat ibadah dan keimanan, serta meng-upgrade hubungan kita dengan Rasulullah,” ajaknya.
Syauqi juga menekankan pentingnya belajar agama secara langsung. Menurutnya, ilmu bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga keteladanan sikap dari guru kepada murid.
Lampung Bersinar
Arbain tahun ini mengusung tema “Lampung Bersinar” — Bersih Narkoba.
Tema tersebut menjadi respons atas ancaman narkoba terhadap generasi muda yang dinilai turut memicu berbagai tindak kriminal.
Syauqi menegaskan, umat memiliki tanggung jawab menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba melalui kegiatan positif.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk menyayangi dan menyelamatkan umat dari jerat tersebut,” tegasnya.
Dia berharap, 40 hari Arbain menjadi momentum mengubah niat menjadi amal. Memperbanyak dzikir dan shalawat. Mengenal Rasulullah. Sekaligus memperkuat kepedulian kepada sesama.
“Malam-malam ke depan kita akan menempa niat menjadi amal, mendawamkan dzikir dan shalawat, mencoba mengenal Rasulullah, memberi makan dan memuliakan umat Rasulullah,” pungkasnya. (**)
Berikan Komentar