Rancabali Jadi Etalase Teh Indonesia di Mata Dunia

Rancabali Jadi Etalase Teh Indonesia di Mata Dunia
Tim media asal Amerika Serikat, Lost In Space Media mengabadikan perjalanan teh Indonesia di Kebun Rancabali Kabupaten Bandung, melalui proyek dokumenter The Tea Trail.

BACAGEH, Bandung--Pesona Kebun Teh Rancabali di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali menembus panggung internasional. Kali ini, media asal Amerika Serikat, Lost In Space Media, datang langsung untuk mengabadikan perjalanan teh Indonesia melalui proyek dokumenter The Tea Trail.

Selama peliputan, Selasa (28-7-2026), tim yang dipimpin pendiri Lost In Space Media, Connor Space, merekam seluruh proses produksi teh. Mulai dari pemetikan pucuk, pengolahan di pabrik, hingga kehidupan para pekerja yang menjaga tradisi perkebunan dari generasi ke generasi.

Bagi Connor, Rancabali bukan sekadar hamparan kebun teh. Kawasan tersebut menyimpan perpaduan keindahan alam, kualitas produk, dan sejarah panjang yang layak dikenalkan kepada dunia.

"Di balik secangkir teh ada perjalanan panjang tentang manusia, alam, dan budaya. Itulah yang ingin kami ceritakan kepada dunia," kata Connor.

Menurutnya, dokumenter The Tea Trail ingin menunjukkan bahwa teh bukan hanya minuman, melainkan bagian dari sejarah peradaban. Setiap proses, dari kebun hingga menjadi secangkir teh, menyimpan nilai tradisi, pengetahuan, dan dedikasi yang terus diwariskan.

Selain merekam aktivitas perkebunan, tim juga mengeksplorasi kawasan agrowisata Rancabali. Lanskap alam yang memikat dinilai membuktikan bahwa kawasan perkebunan tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, konservasi, dan destinasi wisata.

Connor menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, nilai-nilai tradisi justru semakin penting untuk dipertahankan.

"Kami percaya masa depan tidak harus meninggalkan masa lalu. Dari tradisi yang tetap hidup, kita belajar tentang keberlanjutan, ketangguhan, dan keseimbangan," terangnya.

Bagi PTPN I Regional 2, peliputan media internasional ini menjadi momentum memperkenalkan teh Indonesia ke pasar global. Rancabali dinilai bukan hanya menghasilkan teh berkualitas, tetapi juga merepresentasikan warisan perkebunan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Melalui penguatan produktivitas, keberlanjutan, serta pengembangan agroindustri dan agrowisata, PTPN I berharap komoditas teh Indonesia semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar dunia. (**)

Berikan Komentar