Bupati Waykanan: Ajaran Al Quran Jadi Fondasi Pembangunan

Bupati Waykanan: Ajaran Al Quran Jadi Fondasi Pembangunan
Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah menyampaikan sambutan Istighotsah dan Pengajian Akbar gabungan becamatan: Banjit, Kasui, dan Kecamatan Gununglabuhan.

BACAGEH, Gununglabuhan--Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah menegaskan penguatan nilai-nilai ajaran Al-Quran, ukhuwah islamiyah, dan semangat menebar kebaikan merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Istighotsah dan Pengajian Akbar gabungan Kecamatan Banjit, Kasui, dan Gununglabuhan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Kampung Kayubatu, Kecamatan Gunung Labuhan, Minggu (19-4-2026).

Kegiatan yang digelar Persatuan Majelis Taklim (Permata) Bunda tersebut, menurut bupati, tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat karakter masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya dalam mendorong kemajuan Kabupaten Waykanan.

Dalam sambutannya, Ayu juga menyoroti tiga poin penting yang dinilai sejalan dengan upaya pembangunan daerah.

Pertama, memperkuat kedekatan masyarakat dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah dinamika zaman.

“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi harus menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.

Kedua, memperkuat ukhuwah islamiyah melalui kebersamaan dalam majelis pengajian yang menjadi ruang pertemuan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.“Di majelis ini tidak ada perbedaan. Kita duduk bersama dalam satu tujuan, memperkuat persaudaraan umat,” terangnya.

Ketiga, menebarkan nilai kebaikan dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh dari majelis pengajian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Menurut bupati, nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Jika setiap rumah dipenuhi lantunan Al-Qur’an, maka keberkahan akan hadir di daerah kita,” tegasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan majelis keagamaan sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun Waykanan yang religius, harmonis, dan sejahtera. (**)

Laporan: msr

Editor: Nizar

Berikan Komentar