BACAGEH, Bandarlampung--Persaingan menuju tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 mulai memasuki fase krusial. Lampung bersiap menghadapi verifikasi dari KONI Pusat yang akan menentukan peluang menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria, mengatakan, pihaknya lebih dulu akan mengikuti rapat koordinasi dengan Banten pada 1 April 2026 sebagai bagian dari persiapan proses verifikasi.
“Awalnya Banten yang akan datang ke Lampung, tapi ada perubahan. Rakor akhirnya digelar di Banten. Intinya Lampung siap hadir,” kata Riagus.
Tahapan penting berikutnya adalah kunjungan tim verifikasi KONI Pusat ke Lampung pada 14–18 April 2026. Agenda tersebut akan menjadi momen penilaian langsung terhadap kesiapan Lampung sebagai calon tuan rumah PON 2032.
Di tengah proses tersebut, peta persaingan tuan rumah juga berubah. Jawa Tengah bersama Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan mundur dari pencalonan.
“Informasi dari tim penjaringan pusat, Jawa Tengah dan DIY tidak jadi mencalonkan diri. Surat resminya segera disampaikan,” ujar Riagus.
Selain fokus pada agenda verifikasi, KONI Lampung juga mulai memanaskan mesin prestasi atlet. Persiapan dilakukan untuk menghadapi PON Beladiri Seri 2 yang akan digelar di Manado.
Tahap awal seleksi atlet dimulai dengan tes fisik atau pre-test pada April 2026. Tujuh cabang olahraga disiapkan mengikuti ajang tersebut. Atlet yang lolos seleksi awal akan kembali menjalani pembinaan di masing-masing cabang, sebelum mengikuti post-test menjelang keberangkatan.
Namun, tidak semua cabang dapat ikut ambil bagian. Beberapa cabang masih terkendala kepengurusan aktif di daerah, termasuk Yongmoodo yang dipastikan absen.
Dengan rangkaian persiapan tersebut, Lampung menargetkan dua hal sekaligus: lolos verifikasi sebagai calon tuan rumah PON 2032 dan menyiapkan atlet yang mampu bersaing di level nasional. (**)
Laporan: Humas KONI Lampung
Editro: Nizar
Berikan Komentar