Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemkab Waykanan Gelar Pasar Murah di Kasui

Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemkab Waykanan Gelar Pasar Murah di Kasui
Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah membuka pasar murah di Kecamatan Kasui

BACAGEH, Kasui--Pemerintah Kabupaten Waykanan terus memperkuat upaya menekan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Salah satunya melalui Operasi Pasar Murah Reguler yang dibuka lBupati Waykanan Ayu Asalasiyah, di Kampung Kotaway, Kecamatan Kasui, Selasa (24-2-2026).

Kegiatan tersebut menjadi instrumen konkret pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang identik dengan meningkatnya permintaan dan potensi kenaikan harga bahan pokok.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menegaskan stabilitas harga merupakan kunci menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur dan konsisten. Operasi Pasar Murah ini adalah langkah strategis untuk menekan gejolak harga dan menjaga stabilitas ekonomi Waykanan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, peningkatan permintaan komoditas strategis berisiko memicu kenaikan harga di pasar. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat berdampak pada inflasi daerah dan melemahkan daya beli masyarakat.

Karena itu, Pasar Murah Bersubsidi dijalankan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga. Program ini rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi berbasis daerah.

Secara regional, inflasi Provinsi Lampung hingga akhir 2025 tercatat relatif terkendali dan termasuk yang terendah secara nasional. Di tingkat kabupaten, kebijakan stabilisasi harga mengacu pada pemantauan Indeks Perubahan Harga (IPH) sebagai dasar pengambilan langkah cepat dan tepat.

Dalam operasi pasar tersebut, Pemkab Waykanan memberikan subsidi Rp5.000 per kilogram untuk tiga komoditas utama: telur ayam ras, minyak goreng premium, dan gula pasir. 

Subsidi tersebut secara langsung menekan harga jual di bawah harga pasar, sehingga membantu mengurangi tekanan inflasi dari kelompok bahan pangan.

Selain komoditas bersubsidi, tersedia pula beras SPHP dari Bulog Divre Lampung Utara sebanyak 5 ton (1 ton per titik lokasi) serta minyak goreng Minyakita 500 kilogram per titik. 

Bupati Ayu mengingatkan masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan guna menjaga efektivitas program.

“Stabilitas ekonomi adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir dengan kebijakan, masyarakat mendukung dengan perilaku konsumsi yang bijak,” ujarnya. (**)

Laporan: msr

Editor: nizar

Berikan Komentar