BACAGEH, Bandarlampung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menargetkan cabang olahraga Hapkido sebagai salah satu lumbung medali pada ajang nasional mendatang.
Cabor beladiri itu diproyeksikan menjadi andalan Lampung pada PON Beladiri II di Manado, Agustus 2026 dan PON XXII di NTB–NTT tahun 2028 mendatang.
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain peningkatan kesiapan teknis, saat ini KONI Lampung juga sedang menjajaki peluang menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido.
“Kami berharap Kejurnas Hapkido bisa digelar di Lampung. Ini bukan sekadar event, tetapi menjadi ajang pemanasan antar waktu untuk mematangkan persipan atlet menuju PON 2028,” kata Taufik saat berdiskusi dengan jajaran Pengprov Hapkido Lampung, Rabu (28-1-2026).
KONI Lampung juga memasang target minimal dua medali emas dari cabor Hapkido, di PON 2028. Target itu meningkat dibanding capaian PON sebelumnya yang hanya meraih 1 perak dan 5 perunggu
Ketua Pengprov Hapkido Lampung Ida Bagus Wiguna, menyatakan pembinaan atlet telah dipercepat melalui Training Center (TC) yang dimulai sejak Januari 2026. Program tersebut mengombinasikan atlet eks-PON Aceh dengan talenta junior potensial.
Meski masih menunggu regulasi resmi terkait nomor pertandingan dan batasan usia dari pengurus pusat, Hapkido Lampung tetap optimistis. Terlebih, terdapat sinyal penambahan nomor pertandingan pada PON 2028 di NTB.
“Informasi sementara, jumlah nomor pertandingan di NTB berpeluang bertambah dari 16 menjadi 20. Kelas seni menjadi peluang besar kami untuk menambah pundi-pundi medali,” kata Ida Bagus.
Dia juga menyatakan, siap bekerja maksimal untuk mewujudkan target dua medali emas yang ditetapkan KONI Lampung.
“KONI sebagai induk organisasi sudah menetapkan target dua emas. Kami siap bekerja maksimal, apalagi jika kelas seni benar-benar ditambah,” tegasnya. (**)
Laporan: Humas KONI Lampung
Editor: Nizar
Berikan Komentar