Bikin Resah Pengguna Jalan.! Pria Mabuk Stop Mobil Polisi

Bikin Resah Pengguna Jalan.! Pria Mabuk Stop Mobil Polisi
Hambali, warga Kecamatan Way Dadi, membuat resah pengguna jalan setelah nekat menghentikan kendaraan yang melintas di Jalan Terusan Ryacudu, Bandar Lampung.

BACAGEH, Lampung--Seorang pria bernama Hambali, warga Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlamoung, membuat resah pengguna jalan setelah nekat menghentikan kendaraan yang melintas di Jalan Terusan Ryacudu, Jumat siang (2-1-2026).  Bahkan, pria itu juga tanpa ragu menyetop mobil patroli polisi yang sedang melintas di jalur cepat tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat personel Ditsamapta Polda Lampung tengah melaksanakan patroli rutin. Katim Tipidring Ditsamapta Polda Lampung Ipda Jauhari, mengatakan pria tersebut langsung diamankan petugas karena dinilai membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Yang bersangkutan dalam kondisi mabuk minuman keras. Saat kami dekati, dia mengaku sedang depresi dan sudah bosan menjalani hidup,” kata Ipda Jauhari, Minggu (4-1-2026).

Menurut Jauhari, perilaku Hambali terbilang tidak lazim. Ia berdiri tepat di tengah jalan dan menghentikan kendaraan tanpa tujuan yang jelas, bukan untuk meminta uang sebagaimana yang kerap dilakukan pengamen atau pak ogah.

“Dia bukan minta uang, hanya menyetop kendaraan begitu saja. Bahkan mobil polisi pun dia hentikan. Dari situ kami menilai ada kondisi psikologis yang tidak stabil, seperti orang yang ingin membahayakan dirinya sendiri,” jelasnya.

Petugas kemudian mengamankan Hambali untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami data dan langsung serahkan ke Dinas Sosial. Nantinya akan dibawa ke Panti Sosial milik Pemprov Lampung untuk mendapatkan pendampingan,” tambahnya.

Selain Hambali, dalam kegiatan pengamanan tersebut petugas juga mengamankan sejumlah manusia silver yang kerap beraktivitas di persimpangan jalan. 

Mereka diamankan di Lampu Merah Jalan Urip Sumoharjo dan kawasan lampu merah dekat Rumah Sakit Imanuel.

“Total ada empat manusia silver dan satu orang yang menggunakan atribut kemoceng. Mereka diamankan karena banyak laporan masyarakat yang merasa terganggu dan khawatir akan keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.

Dari hasil pendataan, diketahui sebagian dari manusia silver tersebut merupakan eks pelajar yang terakhir mengenyam pendidikan di tingkat SMP. Seluruhnya kemudian diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan dan penanganan lanjutan.

Jauhari mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas di jalan raya yang berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

"Apabila warga mendapat informasi adanya gangguan Kamtibmas bisa memanfaatkan call center 110, kami akan turun langsung," tutup dia.

Laporan/Editor: Ardiansyah 

Berikan Komentar