BACAGEH, Bandarlampung-- Pemerintah Kota Bandarlampung mengoptimalkan fungsi talud di sejumlah titik rawan banjir sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026. Proyek itu dilakukan dengan mendalami struktur talud yang sebelumnya hanya 15-20 sentimeter menjadi sekitar 30 sentimeter.
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya menggandeng jajaran TNI khususnya Pangdam XXI/Radin Inten untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.
“Kita tambah kedalaman talud menjadi 30 sentimeter agar aliran air lebih lancar dan tidak terjadi longsor atau kerusakan di tepi saluran,” kata Eva, Rabu (3-12-2025).
Eva menjelaskan, pengerjaan akan difokuskan pada wilayah yang memiliki histori genangan dan banjir, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai dan jalur drainase utama di kota.
“Insyaallah semua drainase sudah kita antisipasi. Kami akan turun langsung mengawasi pelaksanaannya,” ujarnya.
Selain dukungan TNI, Pemkot juga menggerakkan satuan tugas lintas instansi. Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diminta membentuk satgas di setiap kecamatan demi mempercepat penanganan di lapangan.
“Kita punya satgas forkopimda dan setiap kecamatan juga akan bergerak bersama,” terang Eva.
Melalui penguatan talud dan optimasi sistem drainase ini, Pemkot berharap risiko banjir dan kerusakan lingkungan akibat curah hujan tinggi dapat diminimalkan sehingga masyarakat merasa lebih aman menghadapi musim penghujan.
Laporan/Editor : Ardiansyah
Berikan Komentar