BACAGEH, Padangcermin--Pengikisan daratan pesisir pantai akibat gelombang laut atau abrasi menjadi salah satu masalah kelasik di berbagai daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Pesawaran.
Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu daerah yang memiliki garis pantai cukup panjang, mencapai lebih kurang 96 kilometer.
Berdasarkan data yang dihimpun Bacageh.id tingkat abrasi terbesar berada di kawasan Teluk Ratai, Kecamatan Padangcermin yang mencapai luas 663,39 meter persegi.
Selainpenanaman mangrove,pembangunan tanggul pemecaha obak menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan Pemkab Pesawaran untuk mengatasi masalah abrasi.
Terkait hal itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian meninjau langsung hasil rehabilitasi tanggul pemecah ombak di Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Senin (22-9-2025).
Tanggul tersebut memiliki panjang 115 meter dengan ketinggian 1,2 meter, dan kini pengerjaannya telah rampung seratus persen. Karenanya, Nanda menyampaikan apresiasinya atas kerja sama lintas pihak yang terlibat.
"Kami juga meminta kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekitar, termasuk disiplin membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir di pesisir," harapnya.
Nanda juga menyebut, pembangunan tanggul rencananya akan berlanjut di lokasi lain di wilayah pesisir.
"Untuk warga Desa Durian, saya mengimbau kita sama-sama menjaga dari yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.
Pejabat Fungsional Pengelola Sumber Daya Air Dinas PUPR Pesawaran, Pradita menjelaskan bahwa rehabilitasi tanggul pemecah ombak ini dilakukan setelah sebelumnya tanggul tersebut rusak akibat hantaman gelombang tinggi, akibatnya air laut menggenang hingga badan jalan.
Fungsi utama tanggul ini adalah menahan ombak agar tidak merusak garis pantai. Selain itu, pemecah ombak juga membantu kelancaran aktivitas kapal nelayan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi agar pekerjaan ini bisa terintegrasi dengan pembangunan talud lainnya,” ujarnya.
Laporan/editor: Rifat Arif
Berikan Komentar