Perbasi Lampung Tuntaskan Polemik Mutasi Atlet, 13 Daerah Siap Berlaga di Porprov 2026

Perbasi Lampung Tuntaskan Polemik Mutasi Atlet, 13 Daerah Siap Berlaga di Porprov 2026
Ketua Umum Pengprov Perbasi Lampung Fahrur Rozie

BACAGEH, Bandarlampung--Polemik verifikasi dan mutasi atlet basket menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026, akhirnya menemui titik terang.

Pengprov Perbasi Lampung memastikan persoalan administrasi perpindahan pemain telah diselesaikan melalui mediasi bersama KONI Lampung, Jumat (30-10-2026).

Ketua Umum Pengprov Perbasi Lampung Fahrur Rozie mengatakan, sebelumnya enam kabupaten/kota terkendala verifikasi atlet akibat perbedaan aturan persyaratan mutasi pemain.

Persoalan bermula dari perbedaan ketentuan antara hasil Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Perbasi dan SK KONI Nomor 147. Hasil Rakerprov membolehkan mutasi maksimal lima pemain cukup dengan izin Pengprov Perbasi, disertai tembusan kepada pengurus kabupaten/kota. Sementara SK KONI Nomor: 147 mensyaratkan izin pengurus kabupaten/kota asal atlet.

"Perbedaan ketentuan ini berpotensi menghambat puluhan atlet untuk tampil di Porprov. Karena itu, kami memperjuangkan agar persoalan administrasi tidak mengorbankan kesempatan atlet bertanding," kata Fahrur.

Melalui mediasi di Kantor KONI Lampung, persoalan tersebut akhirnya disepakati untuk diselesaikan. Verifikasi data pemain dapat dilanjutkan dan disahkan.

Dengan demikian, sekitar 13 kabupaten/kota berpeluang mengikuti cabang olahraga basket. Hanya Pesisir Barat dan Waykanan yang dipastikan tidak ambil bagian dalam cabor basket.

Fahrur berharap, penyelesaian ini menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antarpengurus Perbasi kabupaten/kota, pelatih, serta atlet. Dia menegaskan, komitmen atlet membela daerah harus dibangun melalui pembinaan dan komunikasi yang baik.

Cabor basket Porprov Lampung 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–27 November. Untuk venue, Perbasi Lampung telah mendapat dukungan Universitas Teknokrat Indonesia melalui penggunaan GOR untuk pertandingan basket 5x5 dan 3x3.

Sedangkan untuk kebutuhan perangkat pertandingan dan operasional penyelenggaraan masih menunggu kepastian alokasi anggaran dari KONI Lampung. (**)

Berikan Komentar