BACAGEH, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan tahun 2026.
Berdasarkan hasil monitoring di sejumlah wilayah pada Sabtu (19-9-2026), beberapa pekerjaan dilaporkan telah selesai dan diserahterimakan atau provisional hand over (PHO).
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M Taufiqullah mengatakan, sejumlah proyek jalan yang sebelumnya dikerjakan kini mulai memasuki tahap akhir. Bahkan, terdapat pekerjaan yang telah menjalani PHO dan beberapa lainnya tinggal menunggu proses serah terima sementara.
"Beberapa sudah selesai. Kita bahkan sudah ada yang PHO dua. Yang baru mau PHO juga dua tadi yang kita lihat. Sudah melihat sendiri, sudah bagus semua," kata Taufiq.
Dia juga mengatakan, telah melakukan monitoring dan evaluasi disejumlah ruas untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan dampak terhadap konektivitas masyarakat.
Ruas jalan yang menjadi sasaran monitoring antara lain Simpang Dayamurni–Gunungbatin, Bandar Sakti–Simpang Dayamurni, Panaragan Jaya–Simpang Panaragan, serta Simpang Tujok–Panaragan Jaya di Tulangbawang Barat.
Kemudian di Lampung Utara, BMBK mengecek ruas Bandarabung–Bandarsakti dan Negararatu–Simpang Tujok. Sementara di Tulangbawang, monitoring dilakukan pada ruas Penumangan–Unit 6.
"Kita keliling-keliling ini sudah ke Tulangbawang Barat, Lampung Utara hingga ke arah Unit VI Tulangbawang. Beberapa jembatan sudah kita lihat tadi, termasuk Jembatan Way Tulung Balak," jelasnya.
Dia membeberkan, jembatan tersebut telah berusia hampir setengah abad dan mengalami keretakan pada bagian bawah.
Kondisi itu mengharuskan Dinas BMBK memilih melakukan penggantian jembatan sebelum kerusakan berkembang dan mengganggu keselamatan maupun kelancaran lalu lintas.
"Way Tulung Balak ini sudah berumur hampir 50 tahun. Bawahnya itu sudah retak. Jadi kita tidak menunggu nanti jembatannya putus baru kita bangun. Begitu kita lihat sudah mengkhawatirkan, langsung kita ganti," paparnya.
Dia menyebutkan, jembatan lama yang memiliki bentang sekitar 12 meter dan akan diganti dengan konstruksi baru sepanjang 16 meter.
Untuk pembangunannya menggunakan sistem prestressed dengan pondasi tiang pancang yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi dan beban jembatan.
"Yang tadinya 12 meter bentangnya, kita ganti lebih panjang menjadi 16 meter. Dengan prestress dan pondasi pancang. Kalau tadi kita lihat, pondasinya ada yang bored pile atau sumuran. Kalau yang ini kita pancang pondasinya karena disesuaikan dengan jenis dan beban masing-masing," jelasnya.
Saat monitoring berlangsung, pekerjaan jembatan masih berada pada tahap awal, terutama pengerjaan pondasi. BMBK menargetkan pembangunan rampung pada akhir Desember 2026, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
"Ini baru mulai juga pondasinya. Insyaallah kita doakan cuacanya bagus terus, sehingga kita bisa mengerjakannya dan akhir Desember bisa kita selesaikan," tuturnya. (**)
Berikan Komentar