BACAGEH, Metro--Abu vulkanik yang menyelimuti Kota Metro, Lampung, memaksa pemerintah kota setempat menerapkan kebijakan belajar daring atau online, untuk seluruh jenjang sekolah.
Penerapan kebijakan tersebut tertuang melalui Surat Edaran Nomor: E027-261818 Tahun 2026 tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) online, dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau .
Surat edaran tertanggal 6 September 2026 itu ditandatangani Sekretaris Daerah atas nama Walikota Metro Bambang Iman Santoso.
Mulai Senin (7-9-2026) hingga Selasa (8-9-2026), seluruh KBM jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga Unit Layanan Disabilitas (ULD) digelar secara daring dari rumah.
Kebijakan itu diambil untuk melindungi peserta didik dari ancaman kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Sekolah tidak sepenuhnya libur. Kepala sekolah dan guru tetap bekerja dari sekolah. Mereka memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.
Pemkot juga memperketat imbauan kesehatan. Siswa, guru, dan orang tua diminta membatasi aktivitas di luar rumah.
Masker wajib digunakan jika harus keluar. Abu vulkanik berisiko memicu inpeksi saluran pernapasan atas, iritasi mata, hingga gangguan kulit.
Orang tua diminta tidak lepas tangan. Mereka harus mendampingi dan mengawasi anak selama belajar dari rumah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama BPBD Metro disiagakan memantau kondisi lingkungan sekolah.
Pemkot Metro meminta warga tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi. Keselamatan warga menjadi prioritas di tengah dampak abu vulkanik. (RBM)
Editor: Nizar
Berikan Komentar