Orado Lampung Naik Kelas, 312 Atlet Bersaing Incar Peluang Kejurnas

Orado Lampung Naik Kelas, 312 Atlet Bersaing Incar Peluang Kejurnas
Kejuaraan Orado antarklub se-Provinsi Lampung, memperingati HUT ke 80 POMAD

BACAGEH, Bandarlampung--Persaingan sengit mewarnai Kejuaraan Orado Antarklub se-Provinsi Lampung. Kejuaraan memperingati HUT ke 80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) itu berlangsung di Aula Rumah Makan Kayu, Kota Bandarlampung, 11–12 Juni 2026.

Ratusan atlet domino dari berbagai daerah, turun bertanding memburu prestasi, sekaligus mengincar peluang memperkuat Lampung pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II Orado di Bali, Oktober mendatang.

Sekretaris Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Provinsi Lampung Rizki Yuliandra mengatakan, kejuaraan tersebut 312 atlet yang tergabung dalam 96 tim senior dan delapan tim junior. Seluruh peserta berasal dari klub-klub resmi anggota federasi.

"Kejuaraan ini bukan hanya perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang pemantauan atlet untuk dipersiapkan menghadapi Kejurnas II Orado, di Bali," kata Rizki.

Menurutnya, perkembangan Orado di Lampung terus menunjukkan tren positif. Hingga kini, kepengurusan federasi telah terbentuk di delapan kabupaten/kota: Kota Bandarlampung, Kabupaten Tulangbawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, dan Kabupaten Pesisir Barat.

Tingginya antusiasme peserta mendapat apresiasi dari Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat. Ia menilai Orado memiliki potensi besar berkembang menjadi cabang olahraga prestasi.

"Meski baru resmi bergabung dengan KONI, animo atlet dan klub sangat luar biasa. Ini menjadi modal besar untuk membangun prestasi di tingkat nasional," kata Taufik saat membuka kejuaraan tersebut.

Taufik menegaskan, tantangan berikutnya adalah membangun sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar Lampung mampu melahirkan atlet-atlet Orado yang kompetitif.

Hal senada disampaikan Ketua Pengprov Federasi Orado Lampung Budi Darmawan. Dia menyebut, klub menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi. Karena itu, pihaknya terus mendorong lahirnya klub-klub baru di seluruh daerah.

"Dari klub lah proses pembinaan dimulai. Semakin banyak klub bergabung, semakin besar peluang melahirkan atlet berkualitas," ujarnya.

Budi menegaskan, saat ini Orado memasuki babak baru, setelah resmi menjadi anggota KONI. Status tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan olahraga domino menuju level prestasi.

"Orado sudah naik kelas. Kini bukan lagi sekadar permainan, tetapi cabang olahraga yang memiliki sistem kompetisi dan pembinaan resmi," tegasnya.

Tak berhenti di situ, Orado Lampung juga mulai membidik panggung yang lebih besar. Federasi berharap, setidaknya Orado dapat tampil sebagai cabang ekshibisi pada PON 2028 di NTB dan NTT, sebelum masuk sebagai cabang resmi saat Lampung dan Banten menjadi tuan rumah PON tahun 2032. 

"Kejuaraan antarklub ini menjadi bukti, gerak cepat Federasi Orado Lampung dalam melaksanakan program pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus membuka jalan menuju pentas nasional," tegasnya. (**) 

Berikan Komentar