Pilu Surat di Balik Kain Kafan: Jeritan Orang Tua Tak Mampu di Lampung Selatan

Pilu Surat di Balik Kain Kafan: Jeritan Orang Tua Tak Mampu di Lampung Selatan
Jasad bocah perempuan terbungkus kain di Lampung Selatan diduga sengaja dibuang orang tua.

BACAGEH, Katibung--Sepucuk surat lusuh yang terselip di balik kain putih pembungkus jenazah bocah perempuan itu kini jadi saksi bisu kerasnya hidup.

Jumat subuh (22-5-2026), warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan dikejutkan temuan kardus terikat di dekat Masjid Babussalam.

Di dalamnya, jasad anak perempuan yang diperkirakan berusia 11-13 tahun, terbungkus kain putih. Tanpa identitas, tanpa pelayat, tapi yang membuat dada sesak: ada plastik obat diabetes dan sepucuk surat.

Dalam surat tersebut, korban disebut mengidap diabetes. Penulis surat juga menyampaikan permintaan maaf karena mengaku tidak memiliki biaya untuk memakamkan korban secara layak.

Kapolsek Katibung Iptu Dita Hidayatullah membenarkan temuan itu. Jasad kini di RS Bhayangkara untuk identifikasi. Namun surat tersebut membuka tabir lain: ini bukan sekadar kasus pembuangan mayat. Ini potret kemiskinan.

Di balik dugaan tindak pidana, ada cerita orang tua yang kalah oleh keadaan. Diabetes pada anak butuh biaya besar: insulin, kontrol rutin, gizi khusus. Bagi keluarga prasejahtera, itu kemewahan. Hingga akhirnya, kematian pun tak bisa mereka muliakan.

Kini polisi memburu siapa penulis surat itu. Namun publik bertanya: jika pelakunya ditemukan, apakah ini murni kriminal? Atau jeritan terakhir dari orang tua yang putus asa?

Kasus ini menyisakan duka dan tanya: Berapa banyak 'surat' lain yang tak pernah kita baca, dari orang tua yang diam-diam menyerah pada kemiskinan? (**)

Liputan/Editor: A.Setyawan

Berikan Komentar