Lampung Rajai Kejurnas Senam Ritmik, Tri Wahyuni Jadi Bintang

Lampung Rajai Kejurnas Senam Ritmik, Tri Wahyuni Jadi Bintang
Tim ampung keluar sebagai Juara Umum Kejurnas Senam Ritmik 2026

BACAGEH, Bandung--Tim Senam Ritmik Lampung kembali mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama nasional. Tampil di Kejuaraan Nasional Gymnastik Ritmik, kontingen Lampung sukses mendominasi persaingan dengan memborong 7 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Kejurnas tersebut dihelat di Gymnasium Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, 6-9 Mei 2026.

Capaian di kejurnas itu terasa istimewa karena Lampung hanya turun di disiplin senam ritmik, tanpa mengirim atlet pada nomor artistik maupun aerobik. Namun, justru dari satu disiplin tersebut, Lampung tampil paling garang dan finis di puncak klasemen.

Dari total 11 emas yang diperebutkan di nomor ritmik, tujuh di antaranya dibawa pulang atlet-atlet Sai Bumi Ruwa Jurai—slogan Provinsi Lampung. Rival-rival kuat seperti: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur pun dipaksa mengekor di belakang Lampung.

Sejak hari pertama, dominasi Lampung langsung terlihat. Tim junior dan senior sukses menyapu bersih medali emas nomor beregu.

Tim senior yang diperkuat Tri Wahyuni, Febila Sintia Putri, dan Felizya Adzkaa tampil solid dengan skor 183,8 untuk mengunci emas. Sementara tim junior yang dihuni Laila Faiha, Halida Kaia, dan Balqis Aisyah juga tampil tanpa celah untuk merebut podium tertinggi.

Momentum itu berlanjut di nomor individu per alat. Atlet-atlet asuhan pelatih Yulianti tampil konsisten di seluruh apparatus (pengunaan alat) mulai dari hoop, bola, gada hingga pita.

Nama Tri Wahyuni kembali menjadi pusat perhatian. Pesenam senior andalan Lampung itu tampil sebagai motor kemenangan tim dengan menyabet dua emas dan satu perak individual serta,satu emas beregu senior.

Dii sektor junior, Laila Faiha Caesar tampil impresif lewat dua emas dari nomor hoop dan pita. Halida Kaia Al-Khusna turut menyumbang emas di nomor gada junior.

Total tujuh emas Lampung diraih dari nomor: beregu senior, beregu junior,  Tri Wahyuni di katagori individual all around (semua alat) senior dan alat bola senior.

Dari kategori individual junior Laila Faiha Caesar menyumbang emas dari alat hoop dan pita, serta Halida Kaia Al-Khusna individual junior alat gada.

Sedangkan dua medali perak untuk Lampung dipersembahkan Febila Sintia Putri dari nomor individual senior alat hoop senior serta Tri Wahyuni di nomor gada senior. Dua medali  perunggu diraih Balqis Aisyah Jawaad pada nomor individual junior alat bola dan Halida Kaia Al-Khusna alat pita.

Pendamping tim Lampung, Budi Kurniawan menyebut penampilan para atlet layak mendapat apresiasi tinggi karena mampu menjaga mental dan konsistensi sepanjang kejuaraan.

“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka bertanding dengan semangat tinggi dan mampu menjaga performa dari awal sampai akhir. Pelatih juga berhasil membangun motivasi dan mental tanding atlet,” kata Budi.

Dia menyebut, hasil kejurnas itu menjadi sinyal positif bagi masa depan senam Lampung, namun tetap harus dibarengi evaluasi agar prestasi bisa terus terjaga.

Hal senada disampaikan Kabid Binpres FGI Lampung Diki Novalino. Dia menilai Kejurnas kali ini menjadi gambaran awal ketatnya persaingan menuju babak kualifikasi PON tahun 2027 mendatang.

“Persaingan sekarang sangat ketat. Hasil ini memang luar biasa, tapi pekerjaan rumah masih banyak. Evaluasi wajib dilakukan supaya Lampung tetap kompetitif di level nasional,” kata Diki.

Pelatih Kepala Tim Senam Lampung Yulianti mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya yang tampil penuh totalitas untuk mengukir prestasi di kejurnas tersebut.

“Semua perjuangan ini untuk Lampung. Anak-anak tampil dengan hati, kerja keras, dan dedikasi penuh. Saya sangat bersyukur atas hasil ini,” kata Yulianti. (**)

Berikan Komentar