BACAGEH, Bandarlampung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung resmi menetapkan 32 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung tahun 2026 di Kota Bandarlampung.
Penetapan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama KONI kabupaten/kota, Dispora Lampung, dan tuan rumah Porprov, Jumat (8-5-2026).
Dari total 32 cabor yang akan dipertandingkan di Porprov itu, 29 di antaranya merupakan cabor resmi yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON). Tiga lainnya merupakan cabor pilihan tuan rumah.
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menegaskan penetapan cabor difokuskan untuk mendukung pembinaan atlet menuju PON. “Cabang olahraga yang ditetapkan adalah cabor yang dipertandingkan di PON. Hasil Porprov nanti diproyeksikan memperkuat tim Lampung menuju PON,” kata Taufik.
Dia menegaskan seluruh cabor yang akan dipertandingkan telah melalui proses verifikasi dan minimal memiliki kepengurusan aktif di delapan kabupaten/kota. “Kalau kepengurusannya tidak aktif atau masa berlakunya habis, tidak kita akomodir,” tegasnya.
Cabor utama Porprov itu: akuatik, angkat berat, angkat besi, atletik, badminton, biliar, bola basket, bola tangan dan bola voli.
Selanjutnya: catur, e-sport, futsal dan sepak bola, gulat, hapkido, judo, karate, kempo, kickboxing, menembak, panjat tebing, panahan, pencak silat, senam, dance sport, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, dan wushu. Tiga cabor tambahan pilihan tuan rumah adalah: muaythai, sepak takraw, dan tinju.
Sekretaris Umum KONI Bandarlampung Rahmudin mengatakan, kesiapan tuan rumah terus dimatangkan, termasuk pemetaan venue pertandingan. “Kami sudah sepakat 32 cabang olahraga dipertandingkan dan kesiapan venue terus berjalan,” katanya. Menurut dia, Bandarlampung memiliki fasilitas olahraga yang cukup memadai, baik milik pemerintah maupun swasta.
Sekretaris Dispora Lampung Budhi Marta Utama menegaskan, hasil penetapan cabor segera ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur, agar daerah bisa mulai menyusun anggaran dan persiapan atlet. “Porprov ini menjadi bagian penting pembinaan atlet menuju level nasional,” ujarnya.
Dia berharap seluruh kabupaten/kota menurunkan atlet terbaik demi melahirkan bibit potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional. (**)
Berikan Komentar