PBPI Lampung Panaskan Persaingan Menuju PON, 48 Atlet Adu Gengsi di Kejurda Padel

PBPI Lampung Panaskan Persaingan Menuju PON, 48 Atlet Adu Gengsi di Kejurda Padel
Pembukaan Kejurda Padel Lampung 2026

BACAGEH, Bandarlampung--Pengprov PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) Lampung, mulai memanaskan mesin penjaringan atlet  menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. sebanyak 48 atlet terbaik turun bertarung pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Padel Lampung 2026. Setiap poin menjadi pertaruhan untuk membuktikan diri layak menjadi tulang punggung Lampung di pentas nasional.

Kejurda tersebut menjadi panggung pertama pembinaan atlet, setelah padel dipastikan masuk cabang olahraga PON 2028. KONI Lampung menilai ajang tersebut, bukan sekadar perebutan gelar juara, tetapi medan seleksi awal untuk melahirkan skuad terbaik.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, memuji langkah cepat PBPI. Meski baru dilantik, organisasi itu langsung menggelar kejuaraan dan menggerakkan pembinaan di 15 kabupaten/kota.

"Ini bukti PBPI Lampung serius membangun prestasi. Kompetisi seperti ini harus terus digelar agar atlet terbiasa bersaing," kata Marindo saat membuka Kejurda di Dome Sport Arena, Sabtu (25-7-2026).

Mewakili KONI Lampung, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Yopi Hutomo Bhakti menegaskan, persaingan harus dimulai sejak sekarang jika ingin berbicara di PON 2028.

Menurutnya, kejurda menjadi ajang mengukur kemampuan atlet, sekaligus memetakan calon-calon terbaik yang akan dipersiapkan menuju babak kualifikasi PON. Dia juga mendorong padel dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Lampung 2026, agar atmosfer kompetisi semakin ketat.

"Prestasi lahir dari persaingan. Semakin sering atlet bertanding, semakin matang mental dan kualitas mereka," tegasnya.

Kejurda diikuti 16 pasangan putra dan delapan pasangan putri dari: Kota Bandarlampung, Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Kabupaten  Pringsewu. (**)

Berikan Komentar